Pembangunan kebun pangkas Jati dari seleksi uji klon Jati

Authors

  • Aris Wibowo Perhutani Forestry Institute
  • Dian Rodiana Perhutani Forestry Institute
  • Bambang Haryanto Perhutani Forestry Institute
  • Utomo Perhutani Forestry Institute
  • Ganang Winduro Perhutani Forestry Institute
  • Suwito Perhutani Forestry Institute

Keywords:

Jati, Klon, Kebun pangkas

Abstract

Sampai tahun 2019 baru terdapat 4 klon JPP yang dikembangkan yaitu PHT 1, PHT 2, PHT 3 dan PHT 4. Penggunaan klon dengan jumlah sedikit akan riskan terhadap serangan hama dan penyakit, sehingga perlu memperluas variasi genetik. Pertimbangan jumlah klon yang dibutuhkan supaya aman dan perolehan maksimal menurut Libby dalam Zobel dan Talbert (1984), tergantung pada rotasi, intensitas pengolahan hutan, variabilitas gen pada satu jenis klon yang digunakan dan resikonya serta tingkat kerusakan yang dapat diterima. Zobel dan Talbert (1984), menyarankan penggunaan 15 klon pada satu lingkungan untuk setiap spesies yang diketahui cukup banyak variasi dan mempunyai daya adaptasi yang lebar. Selanjutnya disebutkan pada kondisi khusus seperti serangan hama/penyakit yang merugikan atau lingkungan yang sangat merugikan hanya sedikit klon yang dapat dipakai karena hanya sedikit yang dapat beradaptasi. Tujuan penelitian mendapatkan klon terbaik berdasarkan parameter tinggi, diameter kelurusan batang, serangan hama penyakit dan mendapatkan klon unggul baru sebagai materi kebun pangkas. Pengambilan data melakukan evaluasi parameter diameter, tinggi, kelurusan batang, dan serangan hama dan penyakit pada uji klon jati di semua lokasi. Hasil evaluasi pada beberapa uji klon jati telah diperoleh 19 individu klon sebagai indukan kebun pangkas. Selanjutnya klon-klon tersebut ditanam untuk kebun pangkas.

Published

2021-02-19